Jangan Takut Melapor, Kenali 5 Bentuk Pelecehan Seksual di Ruang Digital 

  • Bagikan
Gambar: https://www.harianhaluan.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA Interaksi sosial masyarakat yang beralih ke ruang digital berkat adanya internet, membuat tindak kekerasan seksual pun berpindah ke ranah online.

Akhirnya muncul istilah kekerasan berbasis gender online (KBGO) sebagai kekerasan berbasis gender yang difasilitasi teknologi.

KBGO merupakan kejahatan siber dengan korban perempuan yang sering dijadikan objek pornografi. Namun belakangan, bukan hanya terbatas pada perempuan, laki-laki pun bisa menjadi korban KBGO.

“KBGO dapat masuk ke dunia offline di mana korban mengalami kombinasi kekerasan secara online dan kemudian berlanjut secara langsung saat offline,” ujar Ninik Rahayu, Tenaga Profesional Lemhamnas RI 2021 saat webinar Literasi Digital wilayah Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (15/9/2021).

Bentuk KBGO pun bermacam-macam, di antaranya ada cyber hacking, impersonation di mana penggunaan teknologi digunakan untuk mengambil identitas orang.

Dengan tujuan mengakses suatu informasi yang pribadi, mempermalukan, dan menghina korban, menghubungi atau membuat dokumen-dokumen palsu. Lebih lanjut, berikut 5 bentuk KBGO yang umum di ruang digital:

1.Spaming

Spaming merupakan bentuk kekerasan berbasis gender online dalam bentuk komentar yang tidak pantas. Biasanya muncul di DM Instagram, maupun komentar.

2.Pelecehan visual

Dengan mengirim gambar, gif, meme, atau video tidak pantas ke akun pribadi korban.

3.Pelecehan verbal (non fisik)

Yakni dengan mengirimkan kalimat tidak pantas ke akun pribadi.

4.Doxing

Dengan menyebarkan data pribadi, seringkali dalam bentuk screenshoot atau tangkapan layar berupa obrolan kalimat mesra.

5.Akun palsu

Biasanya digunakan untuk melecehkan bahkan menipu yang merugikan korban karena menggunakan data pribadi korban.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Arif Satria, Rektor IPB University, Arief Darjanto, Dekan Sekolah Vokasi IPB, Wahyu Budi P, Ketua Program Studi Komunikasi Sekolah Vokasi IPB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 207 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.