Identifikasi Hoax dengan Sering Saring Berita Palsu Ciptakan Lingkungan Digital yang Sehat

oleh
Gambar: https://mbsnews.id

JAKARTA,– Setiap tahun jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertambah. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), selama tahun 2020 pengguna aktif internet meningkat sebanyak 8,9 persen dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 196 juta orang.

Tantangan di ruang digital semakin besar dengan kemunculan konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

“Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program Literasi Digital Nasional.

Dalam webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Sukma Wahyu Wardono, Wakil ketua Pinsaka Milenial Kwarda pun memberikan wawasan bertema “sering saring berita palsu” pada Selasa (8/6/2021).

“Hoax diketahui sebagai berita bohong yang tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu, seolah sebagai suatu kebenaran,” ujarnya.

Wahyu pun memberi beberapa penjabaran tentang cara menjaga diri dari hoax dan agar tidak menyebarkannya. Di antaranya dia menyarankan agar membaca terlebih dahulu setiap informasu yang tersaji secara utuh dan jangan mengambil kesimpulan dari beberapa potongan informasi saja.

“Waspadai judul informasi yang provokatif, cermati alamat situs, bandingakan informasi dengan perbanyak membaca serta periksa fakta, dan cek keaslian dokumentasi serta foto,” tuturnya lagi.

Bila menemukan konten atau berita hoax, seseorang juga bisa melaporkannya. Saat ini sudah ada cara lapor yang dilakukan melalui situs patrolisiber.id yang sudah memiliki layanan pengaduan untuk anak-anak, serta melalui situs aduan konten.id. Pelapor cukup melampirkan bukti misalnya dengan rekaman tangkapan layar.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Diena Haryana, Pendiri Yayasan Semai Jiwa Insani dan dan Dino Hamid dari Asosiasi Promotor Musik Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 158 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.