Ide Konten Food Blogger di Jejaring Media Sosial

  • Bagikan

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Transformasi digital telah membawa banyak perubahan untuk masyarakat. Selain memberi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, pemanfaatan internet dan sumber daya digital di dalamnya termasuk media sosial yang memberi dampak positif. Salah satunya kini dengan digitalisasi berbagai profesi baru pun lahir, seperti content creator.

Yudho Perwiro, seorang Food Blogger akun @boengkoes membagikan pengalamannya memulai profesi yang terbilang baru tersebut. Dia mengatakan telah aktif membuat konten review makanan di YouTube sejak 2015 ketika belum begitu banyak food blogger saat itu terjun membuat konten video.

Berbagai jenis unggahan bisa menjadi ide saat memunculkan konten di platform media sosial. Misalnya untuk orang extrovert dan percaya diri di depan kamera bisa mencoba membuat food review dengan menampilkan video ketika sedang menikmati sebuah makanan. Tak hanya berupa video review, kadang kala ada juga konten berupa jalan-jalan mencari makanan kaki lima. Dia pun sebenarnya ingin mengajak content creator yang tinggal di daerah pelosok, membuat konten mengenai makanan di seputar daerahnya.

“Saat kondisi pandemi seperti sekarang bisa juga bikin konten di rumah dengan membuat cooking channel berisi kegiatan memasak,” kata Yudho saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung, Barat pada Kamis (14/10/2021).

Apalagi untuk seseorang yang hobi memasak dan memiliki skill resep andalan bisa mencoba membuat konten tersebut yang bisa berguna untuk audiens penontonnya. Untuk ide konten lainnya, Yudho mengaku sering mendapatkan inspirasi dari tayangan konten luar negeri. Bahkan sebelum aktif di YouTube, dia melihat di luar negeri konten terkait kuliner banyak yang booming lebih dulu.

Misalnya cooking challenge di luar negeri pun sudah lama dibuat dengan format tantangan memakan sesuatu yang pedas atau jumlahnya sangat banyak, sehingga hal itulah yang menarik audiens ingin menonton karena ada keunikannya.

“Konten makan nasi Padang 5 bungkus, atau Indomie 15 bungkus. Hal tersebut bisa dibuat karena masih dalam lingkup makanan,” sebutnya.

Untuk Anda yang introvert dan kurang suka tampil depan kamera tetap bisa menjadi food blogger. Salah satunya menjadi food reporter dengan hanya fokus merekam video pada objeknya saja. Sehingga sebagai content creator di sini hanya perlu bercerita dan membuat keunikan dengan reportase mengenai suatu makanan dan mengapa audiens patut untuk mencobanya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana seorang Graphic Designer, Vivi Andriyani, Marcom Marketing Manager Bumbubumbuku, Ardie Halim, Kaprodi Management Informatika Universitas Buddhi Dharma, dan Henry V Herlambang, CMO Kadobox.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 91 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.