Generasi Milenial Potensial Sasaran Digital Marketing

  • Bagikan
Gambar: https://www.lbcngawi.com/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Generasi milenial saat ini mendominasi jumlah penduduk Indonesia dengan cakupan 37% lebih dan akan terus mendominasi hingga tahun 2035 mendatang. Milenial menjadi sasaran digital marketing melalui konten yang menarik.

Generasi milenial diketahui cenderung kecanduan internet di mana waktu yang rata-rata dipakai sebanyak 7 jam untuk bekerja dan hiburan. Generasi milenial memiliki tingkat loyalitas renda dan juga mudah bosan, cenderung bekerja secara cerdas dan cepat, lebih senang bertransaksi secara non tunai.

Maria Ivana Simon seorang Graphic Designer mengatakan, generasi milenial memiliki beberapa karakter seoerti menyukai liburan, sehingga content creator bertema traveling sangat disukai milenial. Mereka pun cenderung cuek dengan politik, lebih suka film, olahraga, IT, serta beberapa kebiasaan lainnya. Setelah mengenal sasaran komunikasi, dia pun memberikan trik membuat konten yang tepat agar menyasar kaum milenial yang lahir antara 1980 hingga awal tahun 2000-an ini.

“Untuk membangun brand kenali tujuan dan kelebihan brand, kemudian tentukan lebih detail dan spesifik area pasar yang hendak dituju, serta bangun kepercayaan,” katanya saat menjadi nara sumber saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Kamis (14/10/2021).

Jangan lupa untuk menyimak segala tren saat ini menjadi keharusan di sosial media, sambil melihat bagaimana kompetitor mengemas kontennya menjadi menarik. Konten yang dibuat harus konsisten, sesuai dengan kesan yang ingin dibangun oleh brand. Selanjutnya pilih media, setiap sosial media memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda dengan audience yang berbeda pula.

Dari segi visual konten sangatlah penting untuk bisa menarik perhatian audience yang melihatnya. Oleh karena itu perhatikan visual konten dengan penentuan warna, penentuan konten apa yang ingin dibagikan, dan style apa yang sesuai untuk target.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Vivi Andriyani, Marcomm Manager Bumbubumbuku, Arief Lestadi, Founder NAS Consulting & Research, Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma dan Nyimas Indriana, Food & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 113 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.