Gaet Milenial, Ini Trik Bikin Konten Media Sosial Lebih Menarik

  • Bagikan
Gambar: https://merchant.id

Eksekutif.comMembuat konten yang menarik di dunia digital menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh banyak orang. Untuk bisa membuat konten tersebut tentu ada sejumlah hal yang mesti dipahami.

Terutama jika konten tersebut ditargetkan untuk generasi milenial. Hal ini yang disampaikan oleh Maria Ivana Simon, Desainer Grafis, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Sumedang, Jawa Barat, Rabu, (21/7/2021).

“Pertama kenali dulu target audiensnya. Kalau targetnya milenial itu artinya mereka yang lahir pada kisaran 1980 hingga 2000-an,” ujar Ivana dalam webinar tersebut.

Ia mengatakan, bahwa saat ini 34 persen penduduk Indonesia merupakan milenial dan terus mendominasi hingga 2035. Selanjutnya, Ivana menyarankan untuk bisa membangun sebuah merek, mulai dari tujuan, kelebihan dan kekurangan.

“Lalu set market tentukan lebih detail area pasar yang ingin dituju, bangun kepercayaan hingga bisa belajar dari kompetitor mengenai kelebihan dan kekurangannya,” ujar Ivana.

Selanjutnya, pilih saluran media sosial yang cocok. Ivana mengatakan bahwa setiap media sosial memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan trik membuat konten yang menarik. Langkah pertama ialah membuat visual yang menarik sesuai dengan target market.

“Kemudian informatif, buatlah konten dengan bahasa yang mudah dipahami oleh target market, kemudian interaktif hingga up to date terhadap tren yang ada,” kata dia.

Kemudian, ia melanjutkan bahwa penting untuk membuat konten yang menarik bagi milenial untuk bisa meningkatkan literasi digital, dan ikut menyebarluaskannya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Intan Maharani, COO PositiVibe, juga turut menyampaikan terkait dengan etika menggunakan internet atau media sosial, atau yang dikenal dengan netiket.

“Bayangkan kalau banyaknya pengguna tidak diimbangi dengan baik, akhirnya muncul istilah netiket atau internet etik,” kata Intan.

Ia mengatakan bahwa menggunakan internet dengan baik bukan hanya sebuah anjuran, tapi juga kewajiban agar bisa lebih nyaman dalam memanfaatkannya.

Dalam webinar kali hadir juga, Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking dan Founder Iman Komunika, Diah Hurayani, Dosen Universtias Pendidikan Indonesia, dan Manda Utoyo, Key Opinion Leader.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 79 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *