Etika saat Berinteraksi di Ruang Digital Mencerminkan Kepribadian Seseorang

  • Bagikan
Gambar: https://www.suaraekonomi.com/

JAKARTA,- Berbicara tentang etika, khususnya di ruang digital saat internet sudah menjadi bagian dari keseharian maka etika yang dimaksud adalah mengenai cara bersikap seseorang saat berinteraksi di ranah digital.

Etika di dunia digital membantu mengatur batasan sikap dan perilaku seseorang, untuk menghindari kejadian seperti cyberbullying, ujaran kebencian, penyebaran berita hoaks hingga pelecehan seksual.

Etika dalam berkomunikasi di ruang digital bisa terjadi antara individu satu dengan individu yang lain, maupun saat berkomunikasi dengan kelompok yang banyak.

“Etika dalam berinternet sering kita sebut sebagai netiket. Netiket ini dipengaruhi oleh kepribadian dari masing-masing individu dan penguasaan soft skill dari literasi digital,” kata Prof Alimatul Qibtiyah, PH.D dari Pusat Studi Kecerdasan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Senin (2/8/2021).

Lebih jauh dia mengungkapkan, etika berkomunikasi yang melibatkan kelompok besar biasa terjadi di media sosial.

Meskipun tidak bertatap muka langsung etika di ruang digital tetap harus diperhatikan, seperti mengamankan data pribadi, menghargai hasil karya orang lain, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, menggunakan tata tulis yang benar dan tidak menulis kalimat dalam huruf besar.

Tak kalah penting dalam etika ini setiap individu perlu meninjau ulang kebenaran berita, menghindari penyebaran SARA, hal yang tidak etis, maupun pornografi.

Sementara etika antar individu yang perlu diperhatikan adalah saat mengirim pesan melalui SMS, pesan teks dengan melihat waktu pengiriman, penggunaan bahasa yang baik dan benar, dimulai dengan salam, mengenalkan identitas, dan isi pesan tujuan ditulis singkat, diakhiri dengan ucapan terima kasih.

Begitu juga saat mengirim email, menggunakan alamat email dan foto jadi hal yang merepresentasikan pengirim, harus mengisi subjek email dengan benar, mengisi badan email singkat dan padat, pastikan lampiran sudah tersedia, dan jangan lupa untuk membaca ulang sebelum mengirimkannya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Dessy Natalia, Asst. Lecture & Industrial Placement Starf UBM, dan Hellen Citra Dewi, Psikolog & Senior Trainer SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 181 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.