Cisco hari ini mengumumkan ekspansi besar dalam Secure AI Factory with NVIDIA, yang memberikan framework bagi para pelanggan untuk mengimplementasikan AI di seluruh infrastruktur mereka, mulai dari pusat data center hingga lokasi-lokasi setempat di mana data dihasilkan dan keputusan diambil.
Enterprise, neoclouds, sovereign cloud, dan para penyedia layanan kini dapat membawa AI dari fase uji coba ke fase produksi dalam skala penuh tanpa harus menggabungkan sistem-sistem yang terpisah. Hal ini mempercepat waktu implementasi dari hitungan bulan menjadi hanya hitungan minggu sekaligus mengintegrasikan keamanan sejak awal.
“Sebagian besar organisasi memahami potensi AI dalam mentransformasi bisnis mereka, namun mereka masih mencari cara untuk menerapkan teknologi tersebut secara aman dan dalam skala besar,” kata Chuck Robbins, Chair and CEO, Cisco, Senin ( 30/03/2026).
“Bersama NVIDIA, kami menjawab tantangan tersebut melalui arsitektur yang menetapkan standar baru untuk kinerja, sehingga upaya implementasi, pengoperasian, dan pengamanan infrastruktur AI menjadi lebih sederhana,” jelas Chuck.
“AI factory sedang mentransformasi setiap industri, dan keamanan harus diintegrasikan ke dalam setiap lapisan, mulai dari silicon hingga software, untuk melindungi data, aplikasi dan infrastruktur,” kata Jensen Huang, founder dan CEO NVIDIA.
“NVIDIA dan Cisco bersama-sama membangun fondasi yang aman untuk infrastruktur AI, mulai dari core hingga edge, sehingga perusahaan-perusahaan dapat terus meningkatkan kecerdasan dengan penuh keyakinan,” tambahnya.
AI yang Bekerja di Mana Saja, Bukan Hanya di Data Center
AI Inference terjadi di tempat data berada dan ketika pengambilan keputusan tidak bisa ditunda, baik itu di area operasional rumah sakit maupun saat menganalisis video dari area operasional pabrik secara real time untuk menjaga keamanan para pekerja.
Realitas ini secara mendasar mengubah infrastruktur dan menuntut beban kerja inference dijalankan secara lokal, yang lebih dekat ke data, perangkat, dan momen ketika keputusan harus diambil. Cisco dan NVIDIA memungkinkan berbagai organisasi untuk mendukung kasus-kasus penggunaan edge inferencing dengan cara:
- Mentransformasi Enterprise Edge: Dengan mendukung NVIDIA RTX PRO™ GPU 4500 Blackwell Server Edition di seluruh portofolio Cisco UCS dan Cisco Unified Edge, saat ini Cisco memungkinkan perusahaan-perusahaan menjalankan beban kerja AI yang sangat penting di edge tanpa biaya energi dan ruang hardware setingkat data center.
- Mentransformasi Service Provider Edge: Hari ini Cisco mengumumkan desain referensi Cisco AI Grid with NVIDIA yang menggabungkan kekuatan Cisco Mobility Services Platform Cisco dengan GPU NVIDIA RTX PRO Blackwell Series. Dengan penggabungan ini para penyedia layanan dapat memanfaatkan jaringan yang sudah ada untuk menghadirkan layanan-layanan terkelola (managed services) untuk aplikasi AI di edge dengan keandalan dan kedaulatan data setingkat operator (carrier-grade).
Mendorong Kinerja dan Efisiensi untuk AI Factory dalam Skala Masif
Melanjutkan momentum dari peluncuran sistem terbaru yang didukung Cisco Silicon One G300 untuk scale-out dan P200 untuk scale-across, Cisco terus meningkatkan batas-batas kinerja sekaligus membuat seluruh proses menjadi lebih cepat dan lebih sederhana.
- Kinerja Generasi Berikutnya: Switch berkecepatan tinggi terbaru dari Cisco dirancang untuk mendukung beban kerja AI yang paling berat, yang meliputi Cisco N9100 terbaru dengan kapasitas 102,4Tbps dan ditenagai oleh switch silicon NVIDIA Spectrum-6 Ethernet. Produk ini melengkapi 800G N9100 yang sudah tersedia secara umum, dan ditenagai oleh switch silicon NVIDIA Spectrum-4 Ethernet.
- Implementasi yang Cepat: Cisco Nexus Hyperfabric, yang kini menjadi bagian dari Cisco Nexus One, akan mendukung switch Cisco N9000 Series, termasuk N9100 Series yang ditenagai oleh silicon NVIDIA Spectrum-X Ethernet. Dengan produk ini, berbagai organisasi dapat beralih dari integrasi yang rumit dan multi-vendor ke solusi full stack yang lebih sederhana, sehingga mempercepat waktu implementasi dan mengurangi beban tim IT.
Pelanggan yang membangun AI factory berskala besar kini memiliki dua pilihan jalur terverifikasi: AI factory berbasis arsitektur referensi yang sesuai dengan program NVIDIA Cloud Partner (NCP) dan Cisco Cloud Reference Architecture yang dikembangkan berbasis Cisco Silicon One dan mengikuti prinsip desain yang sama.
Keamanan Diintegrasikan di Setiap Lapisan
Ketika model AI menjadi aset bernilai tinggi dan agen menjadi semakin otonom, sehingga pengambilan tindakan, pembuat keputusan, serta interaksi dengan agen-agen lain, maka keamanan tidak bisa lagi dipikirkan belakangan. Cisco mengintegrasikan perlindungan ke dalam fondasi Secure AI Factory with NVIDIA untuk melindungi dari ancaman eksternal maupun perilaku agen yang menyimpang, termasuk:
- Mengamankan infrastruktur AI: Keamanan AI akan setara dengan keamanan hardware yang menjalankannya, dan hal ini sangat dipahami oleh para penyerang. Cisco Hybrid Mesh Firewall menghadirkan kebijakan keamanan yang konsisten di berbagai titik penerapan: mulai dari switch jaringan hingga agen beban kerja, dan lainnya. Cakupan yang lebih luas berarti lebih sedikit celah yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang. Hari ini, Cisco memperluas solusi Cisco Hybrid Mesh Firewall agar penerapan kebijakan bisa dilakukan dalam data processing units (DPUs) NVIDIA BlueField yang terintegrasi dalam server NVIDIA GPU yang terhubung ke fabric Cisco Nexus One. Ancaman dapat diblokir di tingkat server sebelum mencapai data organisasi. Hasilnya: beban kerja AI terlindungi dari dalam ke luar tanpa mengorbankan kinerja sama sekali.
- Mengamankan agen AI: Cisco AI Defense menghadirkan keamanan model, pengujian kerentanan secara otomatis, serta pagar pengaman yang dirancang khusus untuk agen AI di edge, melalui integrasi dengan NVIDIA NeMo Guardrails, yang merupakan bagian dari software NVIDIA AI Enterprise. Pendekatan ini membantu para pengembang AI dan tim keamanan untuk tetap selangkah lebih maju menghadapi ancaman yang terus berkembang sekaligus menjaga kepercayaan terhadap AI. Seiring implementasi AI yang semakin terdistribusi, agen di lokasi edge kerap berinteraksi dengan yang agen yang berada di core untuk menyelesaikan tugas dan menjalankan alur kerja. AI Defense, sebagai bagian dari Cisco Secure AI Factory with NVIDIA, kini juga diperluas untuk mengamankan interaksi antar agen (agent-to-agent)
Cisco Mengamankan Pengembangan Agen Enterprise AI
Melanjutkan komitmen Cisco untuk mengintegrasikan keamanan ke setiap lapisan infrastruktur AI, serta mendukung tenaga kerja agentik, Cisco hari ini juga mengumumkan bahwa Cisco AI Defense akan mendukung dan mengamankan runtime NVIDIA OpenShell, bagian dari NVIDIA Agent Toolkit, dengan menambahkan kontrol dan pagar pengaman untuk mengatur tindakan agen dan ‘claw’ (agen otonom yang dapat bernalar dan menggunakan tools).
Dengan secara terus-menerus memantau dan memvalidasi setiap tool dan tindakan yang dilakukan agen, Cisco AI Defense memastikan perusahaan-perusahaan dapat mengimplementasikan agen AI untuk mengelola alur-alur kerja kritikal dengan penuh keyakinan tanpa mengorbankan keamanan. Integrasi ini menjembatani kesenjangan antara inovasi dan risiko, sehingga organisasi dapat mempercayai sistem otonom mereka untuk beroperasi secara andal dan aman.
Reaksi dari para pelaku industry :
“Sebagai pemimpin dalam solusi komputasi berkinerja tinggi, Cirrascale menyambut antusias peluncuran switch baru N9100 series dari Cisco yang berbasis NVIDIA Spectrum-6, sehingga memperluas portofolio yang selaras dengan arsitektur referensi NCP Cisco dengan kapasitas 102,4T yang mengesankan serta management plane terpadu melalui Nexus One. Inovasi tersebut, dikombinasikan dengan fleksibilitas NX-OS dan SONiC, memungkinkan kami untuk meningkatkan skala infrastruktur AI kami secara mulus sekaligus mempertahankan kesederhanaan operasional. Ketersediaan switch 51,2T Spectrum-4 juga semakin memperkuat kemampuan kami dalam menghadirkan solusi AI termutakhir kepada klien dengan performa dan keandalan yang tak tertandingi.”
– Alex Nataros, CTO, Cirrascale Cloud Services
“Sharon AI menyambut kehadiran switch N9100 series dari Cisco, yang menawarkan kapasitas 102,4T dengan dukungan cloud-managed Nexus Hyperfabric melalui Nexus One. Dengan mematuhi NCP RA serta ketersediaan switch N9100 berbasis Spectrum-4 51,2T, kami dapat meningkatkan skala infrastruktur AI dengan kinerja dan efisiensi yang andal. Switch N9300 berbasis Silicon One G300 juga memberikan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Sementara itu, implementasi infrastruktur AI yang siap pakai melalui Nexus One secara signifikan menyederhanakan operasional dan mempercepat time-to-value dalam berbagai inisiatif kami.” – Andrew Leece, COO dan founder, Sharon AI
“Klien World Wide Technology telah lama mempercayakan kebutuhan jaringan enterprise mereka kepada Cisco. Portofolio jaringan AI Cisco yang kuat kini memperluas kepercayaan tersebut ke berbagai beban kerja AI. Portofolio Cisco menawarkan pilihan dan fleksibilitas bagi klien untuk membangun infrastruktur AI yang disesuaikan, dengan memanfaatkan Cisco Silicon One dan switch berbasis NVIDIA Spectrum-X Ethernet dengan performa top hingga 102,4Tbps, menjalankan NX-OS atau SONiC, serta terintegrasi dalam management plane terpadu melalui Nexus One. Kami antusias dengan berbagai inovasi ini untuk menghadirkan skalabilitas dan performa yang dibutuhkan dalam era agentik.”
– Jeff Fonke, Practice Director – Global Solutions & Architecture, World Wide Technology
“Seiring organisasi melampaui fase eksperimen dalam AI, tantangan utamanya kini bergeser dari ‘apa yang bisa dilakukan AI’ menjadi ‘bagaimana kami mengoperasionalkannya secara aman dalam skala besar.’ Industri saat ini berada pada titik krusial, di mana beban kerja AI, khususnya real time inferencing, perlu bergerak lebih dekat ke sumber data di edge tanpa menciptakan silo baru dalam keamanan maupun infrastruktur. Kemitraan antara Cisco dan NVIDIA dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan pilihan yang dibutuhkan pelanggan untuk meningkatkan skala sekaligus membantu mereka mengatasi peningkatan kompleksitas dalam integrasi.”
– Mary Johnston Turner, Global Lead, Digital and Datacenter Infrastructure and Services, IDC






