Budaya Kreatif dan Produktif untuk menjadi Creator Economy

  • Bagikan
Gambar: https://www.brilio.net/

EKSEKUTIF.COM, JAKARTABermacam peluang besar hadir seiring perkembangan teknologi serba digital saat ini.

Oleh karena itu, kita perlu menjadi orang yang kreatif dan produktif dalam memanfaatkan peluang-peluang tersebut.

“Faktanya, saat ini rata-rata aktivitas kita lakukan dengan internet,” papar Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/9/2021).

“Sekarang sudah tidak asing lagi kalau kita belajar, bekerja, berbisnis, bertransaksi semuanya melalui internet dan gawai,” ujar Syarief.

Ekosistem digital menjadikan platform seperti Youtube, Instagram, Podcast, Tiktok sebagai aplikasi media sosial yang paling sering digunakan di Indonesia.

Dengan demikian, peluang digital di Indonesia sangat besar, terutama untuk bisnis.

Saat ini di ruang digital itu sudah tidak ada jarak. Semuanya memiliki kesempatan untuk berkarir, berkarya, dan menghasilkan pendapatan di ruang digital tanpa memandang latar belakang dan status sosial.

Mayoritas creator economy ini bisa dilakukan dari berbagai generasi, tidak hanya para Gen Z dan Gen Alfa sebagai digital native.

Semuanya berpeluang untuk memaksimalkan ruang digital. Mereka-mereka yang memahami kebanyakan membangun berbagai aset digital.

“Saat ini digital branding sangat penting untuk kita, mau itu personal branding, produk branding, atau corporate branding semuanya perlu branding di ruang digital. Ini bisa menjadi aset untuk kita,” ungkap Syarief.

Selain itu, Syarief menyampaikan, bagi yang memiliki kreativitas dan ide, bisa memanfaatkan ruang digital untuk menjadi creator economy.

Creator economy ini merupakan karya-karya yang kita buat bisa menghasilkan pendapatan.

Dengan budaya creator economy, saat ini banyak pengguna media sosial memaksimalkan berbagai kegiatan yang dimiliki, seperti membangun aset digital, yang meliputi branding, follower, dan sebagainya.

Mereka ingin memberikan dampak yang positif dari konten-konten yang dibagikan.

Untuk menjadi creator economy bisa melalui platform-platform digital. Kita bisa pilih satu atau lebih platform yang membuat kita nyaman untuk berkarya.

Menurutnya, sebelum menjadi creator economy kita perlu mengasai dasar-dasarnya.

Ia mengatakan, basic menjadi creator economy, yaitu desain, video, storytelling, dan teknologi.

Kita harus mempelajari hal-hal itu. Ketika kita sudah kreatif dan produktif, kita bisa saja mendapat sponsor dan ad sense dari postingan karya kita, serta membuka peluang kerja lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Aditya Dwiputranto (Marketing Manager PT AHM), Monica Eveline (Digital Strategist Diana Bakery), Ninik Rahayu (Tenaga Profesional Lemhanas RI 2021), dan Michiko Utomo (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 197 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.