Bijak saat Berkomentar, Hati-Hati Ancaman Pidana UU ITE

  • Bagikan
Gambar: https://www.law-justice.co

JAKARTA, Dengan aktifitas massif di sosial media dan bagaimana masyarakat berkomentar baru-baru ini netizen Indonesia menempati urutan terbawah menurut survei Digital Civility Index (DCI). Microsoft mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya dan mengamati sekitar 16.000 responden di 32 wilayah selama bulan April hingga Mei 2020.

“Setelah itu akun Microsoft diserang, sekitar dua ribu komentar hingga harus menurup kolom komentarnya. Jadi memang terbukti bahwa netizen Indonesia perlu literasi digital,” Kata Danan Dna, Creativepreneur CEO Swell Extended Fam, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Senin (19/7/2021).

Dia pun mengungkapkan jenis komentar yang bisa kena pindana, di antaranya yang mengarah pada body shaming atau mengomentari bentuk tubuh, misa bentuk hidung dan postur tubuh.

Selain itu ada juga komentar berupa hoaks atau berita bohong yang belakangan marak terjadi terkait isu kesehatan berupa informasi terkait vaksin dan virus corona yang tengah jadi perbincangan hangat saat ini.

“Ada juga komentar berupa ancaman dan bersifat asusila yang tak pantas, serta terkait isu sara dan agama,” kata Danan.

Lebih jauh, dia mengatakan Undang-Undan Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) yaitu UU No.11/2008 secara umum terbagi dalam dua yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik, serta pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang.

Di pasal 27 sendiri mengatur tentang asusila, penghinaan, pemerasan, dan perjudian. Sementara pasal 28 mengenai berita bohong, menyesatkan, kebencian, dan pemusuhan. Pasal 29 mengatur mengenai ancaman kekerasan dan menakut-nakuti.

“Ancaman hukuman atas pelanggaran UU ITE adalah penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” tuturnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Monica Eveline, Digital Strategic Diana Bakery, Dee Rahma, Digital Marketing Specialist dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

 115 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *