Red Hat, penyedia solusi open source terdepan di dunia, mengumumkan perluasan kapabilitas sovereign cloud dan private AI, guna membantu organisasi memperoleh kendali yang lebih besar atas teknologi dan data mereka.
Di tengah meningkatnya tuntutan akan kemandirian operasional, baik sebagai kewajiban regulasi maupun kebutuhan strategis, Red Hat mendorong pendekatan baru di mana pilihan, kontrol, dan transparansi menjadi fondasi utama. Perubahan ini memberikan kemandirian kepada para pengambil keputusan IT dan penyedia layanan untuk memimpin arah transformasi teknologi mereka sendiri, alih-alih sekadar bereaksi terhadap perubahan pasar.
Mandat kemandirian operasional
Diskusi tentang kedaulatan sering kali berpusat pada tuntutan regulasi. Red Hat memandang hal ini secara berbeda. Dalam konteks ini, kedaulatan adalah tentang kemampuan organisasi untuk tetap memegang kendali terhadap arah perkembangan mereka sendiri, tanpa bergantung pada perubahan geopolitik, dinamika pasar, atau kebijakan vendor.
Untuk menghadirkan fleksibilitas dan skalabilitas yang dibutuhkan organisasi modern, Red Hat menyediakan arsitektur terstandarisasi untuk generasi baru sovereign infrastructure. Pendekatan ini juga disokong oleh layanan lokal Red Hat Confirmed Stateside Support dan Red Hat Confirmed Sovereign Support untuk Uni Eropa (EU).
Bagi para pengambil keputusan IT yang mengelola infrastruktur yang kritikal maupun penyedia layanan yang membangun cloud regional khusus, kemampuan yang diperkenalkan hari ini semakin memperkuat fondasi tersebut. Solusi ini membuka jalan untuk berinovasi tanpa mengorbankan kontrol, sekaligus menghadirkan transparansi dan pilihan yang dibutuhkan untuk membangun fondasi open source yang lebih tangguh.
“Inovasi seharusnya tidak mengorbankan kontrol. Baik untuk memenuhi mandat regulasi di berbagai yurisdiksi maupun mengambil kembali kendali atas data dari silo proprietary, kami menghadirkan kapabilitas dan platform yang memungkinkan organisasi membangun masa depan digital yang lebih mandiri. Red Hat berfokus membantu organisasi yang memanfaatkan teknologi ini untuk mendorong inovasi AI dan cloud dekade berikutnya, sesuai dengan preferensi mereka sendiri,” ujar Ashesh Badani, senior vice president dan chief product officer, Red Hat , Jum’at ( 07/08/2026).
Kemandirian yang didukung oleh inovasi terbuka
Platform Red Hat menjadi tulang punggung software untuk lingkungan cloud yang terisolasi (air-gapped), sovereign cloud, maupun private cloud. Melalui fondasi yang terpadu, yang mencakup Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI, organisasi dapat membangun serta mengembangkan skala mereka, di dalam wilayah mereka sendiri dan sesuai ketentuan mereka sendiri.
Untuk semakin memperluas portfolio ini, Red Hat memperkenalkan:
- Penyederhanaan kepatuhan untuk menekan biaya audit: Red Hat telah memperluas framework kepatuhannya untuk mengurangi beban manual dalam proses persiapan audit. Compliance Profiles terbaru untuk Red Hat OpenShift Compliance Operator, yang dipadukan dengan Red Hat Advanced Cluster Security for Kubernetes, memungkinkan organisasi mengotomatiskan proses tinjauan teknis. Pendekatan ini mempermudah tim dalam menghasilkan bukti kepatuhan yang dibutuhkan untuk memenuhi berbagai regulasi nasional dan industri seperti NIS2, GDPR, dan DORA, sekaligus bisa menyesuaikan dengan regulasi yang terus berkembang.
- Landing zone siap produksi untuk mendukung kesiapan kepatuhan sejak hari pertama: Installer lintas platform baru menyediakan platform komputasi terisolasi/terpisah dari sistem lain, yang otomatis dan telah dikonfigurasi sebelumnya, mencakup Red Hat Enterprise Linux, Red Hat OpenShift, dan Red Hat Ansible Automation Platform. Dengan menerapkan guardrails operasional sejak awal implementasi, landing zone ini mengubah arsitektur reference menjadi infrastruktur yang siap di-deploy (digunakan). Pendekatan tersebut membantu mempercepat time-to-value untuk workload yang telah diperkuat keamanannya dan memenuhi standar kepatuhan, tanpa memerlukan konfigurasi manual terhadap kontrol dasar sistem.
- Penyediaan sovereign AI dan cloud yang lebih cepat: provisioning interface layanan terbaru memungkinkan para mitra dan pelanggan untuk dengan cepat men-deploy virtual machine, cluster, dan layanan AI pada OpenShift. Melalui kapabilitas ini, organisasi dapat menghadirkan layanan seperti GPU-as-a-service, models-as-a-service, dan inferencing-as-a-service sebagai bagian dari private cloud berbasis AI yang dibangun pada fondasi Red Hat yang skalabel sekaligus mempertahankan kendali atas lifecycle model AI yang digunakan.
- Telemetri di on-premise untuk mendukung kedaulatan data: Red Hat Lightspeed kini menghadirkan kapabilitas telemetri manajemen biaya untuk OpenShift, yang seluruh prosesnya tetap berada di dalam lingkungan yang dikendalikan pelanggan. Kemampuan ini memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pengeluaran cloud mereka tanpa mengorbankan residensi data, sekaligus membantu organisasi menghilangkan kebutuhan untuk memindahkan data operasional melintasi batas-batas kedaulatan data.
- Pengiriman software lokal untuk memperkuat ketahanan regional: Red Hat berencana untuk melokalkan rantai pasokan software-nya untuk membantu mengurangi risiko yang berkaitan dengan gangguan regional. Dimulai dari Uni Eropa, mekanisme in-region content delivery (pengiriman konten ke dalam wilayah) memungkinkan pelanggan dan mitra mengunduh Red Hat Enterprise Linux secara lokal. Langkah ini meningkatkan ketahanan distribusi software yang kritikal dengan menghadirkan kontrol lokal pada update streams (alur pembaruan). Red Hat juga berencana untuk memperluas jaringan regional ini ke lebih banyak produk hingga akhir 2026.
Ekosistem global untuk sovereign cloud dan private cloud
Arsitektur terbuka Red Hat berfungsi sebagai titik sentral bagi berbagai upaya industri dalam menghadirkan kemandirian operasional. Melalui pencapaian teknis bersama para pemimpin industri, Red Hat menghadirkan fleksibilitas teknologi, keahlian regional, dan otoritas pengelolaan yang dibutuhkan pelanggan:
- Status AI Cloud Ready untuk program NVIDIA Cloud Partner (NCP): Red Hat menghadirkan platform tervalidasi untuk sovereign AI cloud dan Kapabilitas ini memungkinkan mitra NVIDIA menyediakan sumber daya dan layanan AI multi-tenant secara on-demand (sesuai permintaan). Melalui pendekatan ini, organisasi dapat memperoleh kontrol penuh terhadap seluruh stack dan lifecycle AI untuk menyokong kemandirian operasional di lingkungan hybrid cloud.
- Red Hat OpenShift di Google Cloud Dedicated: Melanjutkan kolaborasi erat Red Hat dengan Google, OpenShift on Google Cloud Dedicated menghadirkan infrastruktur terisolasi bagi organisasi yang memiliki kebutuhan kontrol internal dengan tingkat paling ketat. Solusi ini membantu organisasi membangun kemandirian operasional sekaligus memenuhi tuntutan mandat sovereign dan kebutuhan performa kelas
- IBM Sovereign Core: Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI menjadi fondasi utama bagi solusi sovereign cloud dan private cloud milik IBM. Fondasi ini mendukung infrastruktur cloud yang digunakan untuk automated compliance (otomatisasi kepatuhan), modernisasi infrastruktur, serta inovasi AI.
Upaya ini juga diperkuat oleh ekosistem khusus yang terdiri dari mitra dan penyedia layanan yang membangun sovereign AI cloud, termasuk Telenor, Core42, DataCom, Fujitsu, NxtGen, Sopra Steria, dan lainnya. Para mitra ini menghadirkan keahlian lokal yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan layanan AI dan cloud berperforma tinggi yang siap memenuhi kebutuhan kepatuhan (compliance-ready), sekaligus memastikan pengelolaan dan otoritas data tetap berada di wilayah lokal masing-masing.
“Di NxtGen, kami percaya bahwa masa depan sovereign AI di India harus dibangun secara terdistribusi, mandiri, dan terbebas dari ketergantungan pada teknologi proprietary. Kedaulatan menjadi prinsip utama yang mendasari operasional kami. Platform AI terkelola kami dibangun dari keyakinan tersebut, dengan memanfaatkan kekuatan open source dan Red Hat OpenShift sebagai orkestrator utama untuk menghadirkan transparansi serta kemandirian teknologi yang dibutuhkan India guna mendemokratisasi akses GPU dan memastikan inovasi tetap berkembang di dalam negeri,” kata A S Rajgopal, MD & CEO, NxtGen.






