Swiss German University dan Bidakara Hospitality Luncurkan Program Studi Event Management Berbasis Industri

Prof. Samuel Kusumocahyo, Rektor SGU, dan Wisnu Reza, SE, MM, General Manager Bidakara Hospitality (kanan) berkolaborasi.

EKSEKUTIF.com SGU Gandeng Bidakara Hospitality, Siapkan Lulusan Event Management yang Langsung Terhubung dengan Industri

Industri event, hospitality, dan MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) terus tumbuh seiring pulihnya aktivitas bisnis dan pariwisata. Namun, di balik pertumbuhan itu, muncul tantangan lama yang belum sepenuhnya terpecahkan: kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Swiss German University (SGU) mencoba menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang berbeda. Selasa, 21 Juli 2026, kampus yang dikenal dengan model pendidikan berbasis industri itu meluncurkan Program Konsentrasi Event Management melalui kolaborasi strategis bersama Bidakara Hospitality.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, bukan sekadar seremoni pembukaan program studi baru. Ia menjadi penanda perubahan pendekatan pendidikan tinggi—dari ruang kuliah menuju ruang kerja.

Dalam skema yang ditawarkan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penyelenggaraan acara. Mereka akan menjalani praktik langsung di Hotel Bidakara, mengikuti perkuliahan di lingkungan industri, menjalani magang sebagai bagian dari kurikulum, hingga terlibat dalam proyek-proyek profesional yang berlangsung di dunia nyata.

Model pembelajaran seperti ini semakin banyak diterapkan perguruan tinggi di berbagai negara karena dinilai mampu memperpendek masa adaptasi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, mengatakan pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori.

“Di Swiss German University, kami percaya bahwa pengalaman belajar terbaik lahir dari kolaborasi erat antara dunia akademik dan industri.”

Menurut Samuel, Program Konsentrasi Event Management dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif, memperkuat kompetensi profesional, sekaligus membangun kesiapan bekerja sejak hari pertama memasuki industri.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter industri event yang bergerak cepat, dinamis, dan menuntut kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi, kepemimpinan, hingga manajemen krisis dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Bagi Bidakara Hospitality, kerja sama ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

General Manager Bidakara Hospitality, Wisnu Reza, S.E., M.M., menilai industri membutuhkan lebih banyak talenta yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki pengalaman praktik sejak masih berstatus mahasiswa.

“Melalui kemitraan dengan Swiss German University, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, jejaring profesional, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.”

Kolaborasi SGU tidak berhenti pada Bidakara Hospitality. Dalam kesempatan yang sama, universitas tersebut juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pelaku utama industri, yakni InJourney, Bali International Convention Centre (BICC), serta ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia).

Kehadiran para mitra tersebut memperluas ruang belajar mahasiswa ke dalam ekosistem industri secara lebih menyeluruh.

Program yang disiapkan meliputi Innovation Lab, tempat mahasiswa mengembangkan solusi berbasis teknologi melalui proyek akhir untuk menjawab persoalan nyata di industri event dan hospitality.

Selain itu tersedia Talent Development, berupa pelatihan, sertifikasi profesi, serta pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

SGU juga membuka ruang Joint Research, yang mempertemukan akademisi dengan praktisi dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku industri.

Sementara melalui program Industry Immersion, mahasiswa akan menjalani pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja sebagai bagian integral dari proses pendidikan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional pada sektor MICE dan industri kreatif, model pendidikan berbasis kemitraan seperti ini diperkirakan akan semakin banyak diterapkan.

SGU juga mencoba memperluas akses pendidikan melalui berbagai skema pembiayaan. Dalam peluncuran program tersebut, kampus menawarkan beasiswa hingga 100 persen Uang Pengembangan, beasiswa 25 persen Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta skema pembayaran UKT secara angsuran bulanan.

Langkah itu menunjukkan bahwa persaingan perguruan tinggi tidak lagi hanya bertumpu pada fasilitas kampus atau kurikulum, melainkan pada kemampuan membangun ekosistem yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia profesional sejak awal masa studi.

Bagi industri event yang terus berkembang dan semakin kompetitif, lulusan yang telah terbiasa bekerja di lapangan bisa menjadi nilai tambah tersendiri. Sementara bagi perguruan tinggi, kolaborasi semacam ini menjadi cara untuk memastikan bahwa pendidikan tidak berhenti pada pemberian ijazah, melainkan benar-benar menghasilkan talenta yang siap memasuki pasar kerja.

Suka artikel ini?
Traktir kopi buat penulisnya, yuk.
Traktir Kopi
Dukung kreator · E-Wallet
PILIH NOMINAL