PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) kembali mencatatkan pencapaian membanggakan dengan masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026 untuk tahun ketiga berturut-turut. Pada tahun ini, Perseroan berhasil menempati peringkat ke-129, meningkat signifikan sebanyak 115 peringkat dibandingkan posisi ke-244 pada tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut menjadikan HRTA sebagai salah satu perusahaan dengan peningkatan peringkat terbesar di kawasan Asia Tenggara dan salah satu perusahaan Indonesia dengan pertumbuhan tercepat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun ini
Fortune Southeast Asia 500 merupakan daftar tahunan yang diterbitkan oleh Fortune Magazine dan menilai 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahunan. Daftar ini menjadi salah satu tolak ukur utama dalam menilai skala usaha, daya saing, dan kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Pada tahun 2026, ambang batas pendapatan untuk masuk ke dalam daftar tersebut setara dengan minimal USD 440 juta atau Rp 7,9 triliun meningkat sebesar 26% YoY dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin ketatnya persaingan di tingkat regional.
“Inklusi HRTA dalam Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut serta peningkatan peringkat yang signifikan pada tahun ini merupakan validasi atas strategi pertumbuhan jangka panjang yang telah kami jalankan secara konsisten. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan, tetapi juga menunjukkan keberhasilan kami dalam memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam industri emas nasional,” ujar Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Jum’at ( 19/06/2026).
Kinerja Perseroan sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan peringkat tersebut. HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun atau tumbuh 144,39% YoY dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih meningkat 121,29% YoY menjadi Rp978,49 miliar. Fortune juga menyoroti HRTA sebagai salah satu perusahaan dengan kenaikan peringkat terbesar dalam daftar tahun ini, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat seiring dengan penguatan harga emas dan pengembangan ekosistem bisnis emas terintegrasi yang dijalankan Perseroan.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, HRTA terus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan kapasitas operasional, penguatan rantai pasok bahan baku domestik, perluasan jaringan distribusi, serta pengembangan ekosistem bullion nasional. Perseroan tengah menargetkan perolehan sertifikasi LBMA (London Bullion Market Association). Sertifikasi ini diharapkan dapat diperoleh pada tahun 2026, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Perseroan terhadap kualitas dan tata kelola yang diakui secara internasional.
Saat ini Perseroan terus fokus pada penguatan posisinya untuk menjadi acuan dalam hal inovasi dan standar kualitas industri perhiasan emas dan emas batangan di Indonesia dengan menerapkan good corporate governance di seluruh aspek operasional Perseroan.






