Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, baru-baru ini mengumumkan dukungan mendatang untuk Red Hat OpenShift on Google Cloud Dedicated. Melanjutkan kolaborasi yang erat antara Red Hat dan Google, penawaran ini akan menyediakan infrastruktur terisolasi (tertutup) dan kemandirian operasional yang dibutuhkan oleh organisasi yang diawasi ketat oleh regulasi—termasuk sektor jasa keuangan, kesehatan, dan sektor publik— untuk memenuhi mandat kedaulatan digital nasional maupun regional yang semakin ketat.
Dengan kedaulatan digital yang kini menjadi pembeda strategis, para pemimpin IT semakin mencari blueprint kedaulatan yang andal yang menyeimbangkan inovasi dengan mitigasi risiko. Untuk membantu organisasi menjawab kebutuhan tersebut, Red Hat, berkomitmen kuat untuk mendorong kedaulatan melalui komunitas, ekosistem, dan inovasi, bukan isolasi.
Menurut laporan IDC Market Perspective, hampir 9 dari 10 organisasi di dunia menginginkan pilihan dan kontrol saat menerapkan AI dalam skala besar, dan lebih dari separuh memilih open model dibandingkan model yang tertutup dan proprietar
Dengan menghadirkan Red Hat OpenShift, didukung oleh Red Hat Enterprise Linux, ke Google Cloud Dedicated, Red Hat memberikan pilihan yang lebih banyak bagi organisasi yang meraih ownership dan kontrol terhadap seluruh technology stack mereka sambil mempertahankan keamanan beban kerja tingkat tinggi dan ketangguhan operasional.
“Kedaulatan digital bukan hanya sekadar tentang di mana data disimpan: ini tentang mempertahankan kontrol operasional terhadap teknologi, fleksibilitas strategis, dan kepercayaan. Berkolaborasi dengan Google untuk menghadirkan Red Hat OpenShift ke Google Cloud Dedicated, kami memberikan pelanggan di market yang diawasi ketat regulasi sebuah fondasi yang siap mendukung kebutuhan kedaulatan digital mereka di era AI. Ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan kekuatan hybrid cloud sekaligus mempertahankan kemandirian operasional yang dibutuhkan untuk ketangguhan dalam jangka panjang,” ujar Mike Barrett, vice president dan general manager, Hybrid Cloud Platforms, Red Hat, Jum’at ( 12/06/2026).
Sementara itu, Jai Haridas, vice president dan general manager, Regulated and Sovereign Cloud, Google Cloud, mengatakan,“Google Cloud berkomitmen untuk memberikan pilihan dan kontrol yang dibutuhkan oleh pelanggan untuk berinovasi secara bertanggung jawab.”
“Dengan menghadirkan Red Hat OpenShift ke Google Cloud Dedicated, kami membantu organisasi di industri yang diawasi ketat oleh regulasi untuk mempercepat adopsi hybrid cloud dan inisiatif AI mereka di atas fondasi yang dedicated dan berfokus pada keamanan serta sepenuhnya mendukung kebutuhan kedaulatan digital mereka,” jelasanya.
Mendukung inovasi AI yang tangguh dan aman untuk strategi kedaulatan
Red Hat OpenShift on Google Cloud Dedicated dirancang untuk menjawab pilar-pilar utama kedaulatan digital, termasuk residensi data, otonomi teknologi, dan ketahanan rantai pasok. Untuk mewujudkannya, platform ini menyediakan:
- Kontrol infrastruktur berdaulat: Red Hat OpenShift on Google Cloud Dedicated menghadirkan infrastruktur yang dedicated dan terisolasi untuk membantu memenuhi ketentuan regulasi lokal seperti GDPR serta berbagai peraturan kedaulatan regional.
- Adopsi AI yang terakselerasi: Dukungan GPU yang terintegrasi memungkinkan pelanggan mengembangkan, menerapkan, dan mengelola beban kerja AI tingkat lanjut sekaligus tetap patuh pada mandat keamanan lokal dan kebijakan keamanan organisasi.
- Keahlian regional: Melalui kolaborasi erat dengan penyedia cloud dan service provider regional, Red Hat membantu organisasi mengatasi tantangan keamanan internasional yang kompleks dengan lebih mudah pada platform tepercaya.
- Konsistensi hybrid cloud: Red Hat OpenShift menyediakan jembatan untuk memodernisasi beban kerja tradisional sesuai dengan kebutuhan organisasi, sekaligus menjaga konsistensi di lingkungan on-premise maupun managed cloud.
Dukungan Red Hat OpenShift untuk Google Cloud Dedicated secara umum akan tersedia di semester kedua 2026.






