Connect with us

Berita Bisnis

Tingkatkan Kapasitas  Pengelolaan Sampah di Fasilitas RDF Jeruk Legi Cilacap – Unillever , Pemkab Cilacap dan SBI Tandatangani MOU

Published

on

 

Keterangan foto( searah jarum jam ) :

Sesi pengukuhan  MOU  kerjasama  peningkatan kapasitas pengolahan sampah  di TPA RDF Jeruk Legi Cilacap ,  : Dr. Prasetyo Aribowo, S.H. M.Soc.Sc – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dan H. Tatto Suwarto Pamuji – Bupati Kabupaten Cilacap, Nurdiana Darus – Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk dan  Ir. Lilik Unggul Raharjo, MBA – Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

 

PT Unilever Indonesia, Tbk. bersama dengan Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. (SBI) hari ini  telah menandatangani MOU  untuk meningkatkan   kapasitas pengolahan sampah di  di  TPA ( Tempat Pembuangan Akhir)   Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap.  Acara MOU  tersebut dihadiri  oleh , Dr. Prasetyo Aribowo, S.H. M.Soc.Sc – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah dan H. Tatto Suwarto Pamuji – Bupati Kabupaten Cilacap, Nurdiana Darus – Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk dan  Ir. Lilik Unggul Raharjo, MBA – Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. 

Disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah  yang diwakili oleh  Dr. Prasetyo Aribowo, S.H. M.Soc.Sc – Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah  dan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Unilever Indonesia, Kabupaten Cilacap dan SBI mengukuhkan komitmen untuk melanjutkan MoU yang telah disepakati, yaitu meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi.

TPA Jeruk Legi  yang  diresmikan  pada Juli 2020  lalu adalah TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF ( Refused Derived Fuel ) , yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Menurut  Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo, pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama, termasuk di Jawa Tengah, dan ini menjadi pekerjaaan rumah kita bersama. Saat ini banyak wilayah masih menggunakan metode penimbunan atau landfill, dimana lahan yang dibutuhkan sangat luas, proses pengurangan sampahnya lambat, dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Seiring kemajuan teknologi, pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu meminimalisir efek samping sampah dan bahkan menghasilkan output yang bermanfaat secara ekonomi sudah makin berkembang, salah satunya adalah fasilitas RDF Jeruk Legi yang sudah beroperasi dan akan terus ditingkatkan kapasitasnya,” jelas Ganjar.

“ Saya senang sekali mendengar hal ini, terutama karena adanya pihak swasta yang turut serta mengambil bagian, khususnya kepada PT Unilever Indonesia, Tbk. yang sekarang ikut bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Cilacap untuk bisa mendorong olahan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi ini menjadi lebih maksimal,” ujar  Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu ( 03/03/2021 ).

Sementara itu, Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berkomentar, Pemerintah secara masif mendorong implementasi teknologi RDF untuk menyelesaikan permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pemaparannya  ia mengingatkan kita akan pentingnya pengelolaan TPA secara sistematis sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Namun sayangnya, dari 123 TPA di seluruh Indonesia, terdapat 33 unit yang masih menerapkan sistem open dumping, dimana sampah hanya dibiarkan tertimbun tanpa pemrosesan lebih lanjut. Apabila permasalahan ini tidak diatasi segera, maka akan berimbas pada penumpukan sampah yang akan mencemari lingkungan.

Sebagai solusi yang tengah digalakkan pemerintah, teknologi Refused Derived Fuel (RDF) adalah alternatif upaya pengelolaan sampah berkelanjutan yang mengedepankan ekonomi sirkular karena mampu mengubah sampah menjadi energi biomassa sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi. Teknologi ini secara perdana diterapkan di TPA Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap bulan Juli 2020 lalu.

“Kami bahkan melihat potensi besar RDF sebagai salah satu cara untuk mencapai kemampuan pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025. Tidak hanya tugas pemerintah, kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak swasta, dapat menjadikan teknologi ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sirkular melalui prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan, ” ujar Novrial Tahar, saat diskusi terkait kerja sama untuk fasilitas  RDF di TPA Jeruk Legi Cilacap, Rabu ( 03/03/2021 ).

Pada kesempatan yang sama, Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. menanggapi, “Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, Unilever Indonesia turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis kami melalui berbagai bentuk kolaborasi. “

“Dengan semangat #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi, hari ini kami mengukuhkan kerja sama dengan Pemerintah dan sesama pihak produsen yaitu SBI di dalam fasilitas RDF Jeruk Legi – sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah,” ujarnya.

“Sejak November 2020 lalu, kami berkomitmen membantu pemerintah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan. Melalui kontribusi yang diwujudkan dalam pengadaan armada pengangkutan sampah, kami akan membantu meningkatkan kapasitas sampah terolah di fasilitas RDF Jeruk Legi dari yang semula hanya melayani Kota Cilacap di tahun 2020, ke kecamatan lain di kabupaten Cilacap meliputi Kroya, Sidareja dan Majenang,” jelas Nurdiana.

“Fasilitas RDF Jeruk Legi Cilacap kini berpotensi serap 73.000 ton sampah per tahun untuk diubah menjadi energi terbarukan, “ tambahnya.

Terkait dengan hal itu, Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk., Lilik Unggul Raharjo mengatakan, “Kami memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah atau RDF milik Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai langkah nyata PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular.

“Kerja sama SBI dengan Unilever Indonesia mencerminkan sinergi yang saling melengkapi. Unilever Indonesia berperan membantu pemerintah Cilacap dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah terolah paska konsumsi sebagai bahan baku RDF, sementara kami berperan dalam memproses sampah tersebut guna menghasilkan RDF berkualitas yang kemudian diserap oleh sejumlah pabrik kami sebagai sumber energi ramah lingkungan,” ujar Lilik.

Awaluddin Muuri, AP., MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap turut berkomentar bahwa teknologi RDF diibaratkan seperti sebuah mobil yang bisa menambah kecepatan. Saat ini, stok sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi bisa dikatakan belum maksimal. Dengan adanya kerja sama antara pihaknya, Unilever Indonesia dan SBI, beliau percaya pengumpulan sampah akan menjadi lebih masif sehingga kapasitas mesin RDF juga nantinya akan dapat lebih ditingkatkan.

Kolaborasi  tersebut  merupakan  sinergi Multisektor  untuk tingkatkan kapasitas pengelolaan sampah menjadi sumber Energi Terbarukan di Fasilitas TPA RDF Jeruk Legi Cilacap.

Di penghujung acara, Nurdiana menyampaikan harapannya. “Semoga kolaborasi ini dapat menginspirasi pihak swasta lain untuk turut mendorong supply dan demand yang akhirnya mampu mendukung laju penerapan RDF sebagai tonggak baru pengelolaan sampah di Indonesia. Kami percaya seluruh pihak memiliki andil untuk membuat perubahan, untuk itu, #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi,” ujarnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright ©2021 Eksekutif.com | Pusat Niaga Duta Mas Fatmawati Blok B2/24 Lt 3-4, Jakarta Selatan 12150#Biro Iklan: Pelangi Idea Mandiri/ Redaksi Majalah Eksekutif dan Eksekutif.com: The Castilla A3/17 BSD City/Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: redaksi@eksekutif.com. Hotline 0817-21-7070