Home
 
PILAR

Share |
PT Usaha Konvergensi Media Penerbit MATRA Kelola Majalah Eksekutif
Jum'at, 05 Mei 2017 , 10:58:00 WIB
STARTUP. Pembaca dimanjakan dengan hanya mengklik: https://higoapps.com/item/1110/matra-indonesia-volume-may-edition-2017
  
MAJALAH EKSEKUTIF. Di Bulan Mei 2017 ini, Majalah MATRA Indonesia berulang tahun ke 8 tahun. Sebagai majalah bulanan, MATRA sebuah bacaan populer -- berdasarkan beberapa kali survei -- memiliki usia tajam (18 hingga 50 tahun).

Majalah MATRA suatu hasil daya kreatif dari komoditas penerbitan pers. Bukan sekedar mata dagangan yang menghibur, tapi MATRA merupakan "daya kreatif" dan menginspirasi. Sekaligus juga menyiratkan pemahaman bahwa, "suatu hasil daya kreatif yang baik tentu akan memiliki daya jual yang baik pula."

Terbit sejak 1986, sebagai majalah pria dari grup Majalah Tempo bisa berarti singkatan dari "Majalah Trend Anda" . Niatnya adalah pemantau kecenderungan yang sedang hangat (trend) di tengah masyarakat pengambil keputusan terutama kaum prianya -- lalu menyajikannya dalam bentuk artikel dan foto.

Menjadi banyak peminatnya, karena mengupas dalam para tokoh politikus, seniman, budayawan, ekonom, olahragawan, hingga rohaniwan, militer dan birokrat. Liputan utama MATRA mengupas berbagai hal/seni yang terjadi di masyarakat.

Kontribusi MATRA dalam dunia pers tercatat kongkrit dan transparan. Maka, sejarah mencatat daya kreatif di dalam dimensi atau ukuran sempat vakum beberapa saat. Penyajian sebuah ukuran yang sedang bergerak, atau lahir di tengah masyarakat berhenti terbit karena situasi internal.

S.S Budi Rahardjo yang merupakan bagian dari MATRA yang dulu berkantor di Waroeng Buncit, Jakarta Selatan, sekantor dengan N Riantiarno, Kemala Atmodjo, Deded Er Moerad juga Andy Noya dan Abror Rizky, tergerak kembali menerbitkan MATRA namun kembali ke konsep awal.

Rubrik Kencan, Kolom, Galeri, Cerpen dan Liputan termasuk Investigasi yang termasuk khas dan diminati. Wawancara panjang dan menggali sisi-sisi lain yang tidak digali media massa lain. Menggali hal-hal yang human interest menjadi bagian informasi yang menimbulkan pemikiran dan perenungan (atau pencerahan).

Foto-foto menampilkan art foto dengan visual art atau seni, bukan pornografi. Mengawinkan bacaan yang menghibur dengan penyebaran informasi yang sehat dan edutaiment.Majalah MATRA Indonesia kembali diterbitkan dengan ISSN 1979-4398 dan pendaftaran merek di  Ditjen HKI, kelas 38.

Pendaftaran merek MATRA bukan hanya sebagai bacaan populer yang informatif, tapi di era konvergensi media terdaftar sebagai aplikasi berita melalui internet. Bisa dibeli di www.higoapps.com dan beberapa lapak digital lain, semacam Scoop atau Scanie serta Wayang Force.

Tanpa dukungan investor tapi dengan semangat idealisme dan meminta bantuan pakar, MATRA Indonesia bekerja.Menjadi bagian dari media massa yang bisa mensejahterakan karyawannya dengan baik, dalam konteks membuat "buku putih perusahaan" mengenai aturan yang boleh dan tidak boleh. Termasuk di antaranya adalah reward and punishment.

Daya kreatif sumber semangatnya dan menjauhkan hal-hal hoax itu menjadi landasan penerbitan Majalah MATRA Indonesia. Selain bisa dibeli di toko buku semacam Gunung Agung, pembaca dimanjakan dengan hanya mengklik: https://higoapps.com/item/1110/matra-indonesia-volume-may-edition-2017.


Recapital Menyerahkan Majalah Eksekutif ke MATRA Grup

Awal Januari 2017, PT Alberta Media sebagai penerbit Majalah Eksekutif menyerahkan pengelolaan majalah eksekutif ke PT Usaha Konvergensi Media (UKM). Perusahaan ini terlepas dari konglomerasi mana pun, tapi kumpulan orang-orang yang peduli nasib bangsa.

Era pers industri dengan bisnis informasi yang menjanjikan keuntungan besar dan tingkat kesejahteraan organiknya semakin baik. Badai krisis moneter yang ikut melanda Indonesia pada akhir 1997 mempengaruhi kinerja pers. Majalah eksekutif sempat berganti kepemilikan.

Majalah eksekutif terbit di  PT Trend Media (Juli 1979-Agustus 2004), dikenal dengan pemiliknya Toety Adhitama. Cover pertama terbit adalah BJ Habibie. Karena situasi pula, terjadi peralihan saham ke PT Pewarta Media Buana Mandiri (Agustus 2004-Januari 2009), yakni Bondan Gunawan (tokoh LSM yang sempat menjadi menteri di jaman Gus Dur).

Untuk kemudian pada 2009, Recapital mengambil alih saham 51 % untuk kemudian masih dikelola pemegang saham lama.Majalah eksekutif yang sempat limbung, di bawah PT Alberta Media sejak Januari 2009 menata diri.

Sebagai anggota Serikat Penerbit Surat Kabar( 65/1979/11/D/2009) dinobatkan sebagai penerima anugerah Museum Rekord Indonesia (MURI). Majalah eksekutif menjadi majalah Bisnis Pertama di Indonesia. No 377/R.MURI/VI 2009. Terdaftar di Departemen Hukum dan HAM pada 31 Maret 2011 mengembangkan eksekutif.co.id/eksekutif.com.

Sejarah mencatat lain lagi di dunia pers. Situasi limbungnya media cetak, menjadikan pada Januari 2017 ini majalah Eksekutif mengalami take over ke PT Usaha Konvergensi Media (UKM). PT UKM ini merupakan start-up yang independen tanpa berafiliasi dengan konglomerasi manapun. 

Para pemegang saham PT Alberta Media yang kemudian memilih menutup secara perusahaan, menyerahkan pengelolaan majalah eksekutif ke PT Usaha Konvergensi Media yang mengelola majalah MATRA Indonesia. Kini selain terbit di cetak, kedua majalah itu tumbuh di era digital, majalah eksekutif dan MATRA Indonesia mengembangkan diri ke online, digital e-magazine dan TV digital.

Artikel Terkait


Comments

Eksekutif Terbaru

Majalah Eksekutif Terbaru
 

Baca juga: