Home
 
PILAR

Share |
TVRI di Era Digital
Senin, 10 April 2017 , 09:08:00 WIB
Komisi I DPR RI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap sebelas nama yang diusulkan Presiden untuk dipilih menjadi Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) periode 2017-2021.
  
MAJALAH EKSEKUTIF - Asosiasi Media Digital mendorong Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk menjadi penyelenggara tunggal multiplekser dalam sistem siaran televisi di Indonesia.

"Dimana banyak masyarakat, masih awam apa itu program pemerintah mentransformasikan teknologi televisi analog ke televisi digital," ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua Forum Pimpinan Media Digital Indonesia yang juga Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Sebagai LPP Lembaga Penyiaran Publik, Jojo -- nama panggilan S.S Budi Rahardjo -- menyebut TVRI perlu menjadi TV digital pertama di Indonesia dan menjadi pioner dalam Televisi Digital terpercaya.

"Paralel, orang-orangnya harus mengerti apa itu media digital, termasuk Dewas TVRI-nya," ujar Jojo yang mendorong manajemen TVRI melaksanakan digitalisasi secara menyeluruh. Ini sebagai masukan dari masyarakat kepada anggota Dewan yang terhormat.

"TVRI paling siap menjadi penyelenggara multiplekser tunggal (mux) di Indonesia untuk disalurkan ke kanal-kanal swasta," papar Jojo tentang lembaga TVRI sebagai televisi pertama di Indonesia memiliki jangkauan terluas.

Sebagai LPP (lembaga penyiaran publik) akan lincah untuk bergerak profesional, di era digitalisasi sejak berdiri tahun 1962 kini memasuki Era Penyiaran Digital bersamaan internet yang juga bisa melakukan live streaming. "Siaran digital bukan sesuatu yang baru lagi," ujar Jojo, menyebut banyak netizen bisa siaran di Facebook dan Youtube secara live dengan teknologi baru.

Komisi I DPR RI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap sebelas nama yang diusulkan Presiden untuk dipilih menjadi Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) periode 2017-2021. Uji kelayakan dan kepatutan Dewas LPP TVRI ini diperkirakan fit and propper pada Senin-Selasa ini di bulan April. Kemarin, sudah selesai meminta masukan dari masyarakat. 

Adapun sebelas nama calon Dewas LPP TVRI yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I adalah Adam Bachtiar (Direktur Pengembangan dan Usaha LPP TVRI), Antar MT Sianturi (PNS BPKP), Arief Hidayat Thamrin (Karyawan swasta), Dudi Hendrakusuma Syahlani (Dosen), Eddy Kurnia (Tenaga Profesional di Perum Peruri), Edi Winarto (Praktisi media massa), Made Ayu Dwie Mahenny (PNS TVRI), Maryuni Kabul Budiono (Dosen), Pamungkas Trishadiatmoko (swasta), Supra Wimbarti (Dekan Fakultas Psikologi UGM) dan Yazirwan Uyun (Direktur Utama PT ANPA Internasional).

"Kami berharap anggota DPR memilih orang yang tepat, yang membawa LPP TVRI menjadi lebih baik," ujar S.S Budi Rahardjo, Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia.

Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik TVRI yang baru harus punya integritas serta menyampaikan visi-misi mereka di era digital. "Harus diisi orang-orang profesional dan fokus pada pengembangan TVRI sesuai kewenangan Dewan yang kreatif," ujar Jojo menekankan.

Artikel Terkait


Comments

Eksekutif Terbaru

Majalah Eksekutif Terbaru
 

Baca juga:

Alkohol Mengganggu Siklus Tidur
Pers Dan Walikota Ambon Saling Ucapkan Terima Kasih
Melawan Hoax: