Home
 
SKETSA

Share |
PIKA BIcara Pemimpin Jakarta
Kamis, 02 Februari 2017 , 10:28:00 WIB
Jerry mengaku, banyak anggota PIKA selama pemilihan legislatif dari 2004 sampai 2014 mereka golput, tapi mulai terbuka matanya ketika pilpres itu ada figur bernama Jokowi
  
MAJALAH EKSEKUTIF - "Warga Jakarta melihat rekam jejak (track record) sang calon. Warga Jakarta butuh pemimpin yang benar-benar bekerja secara profesional melayani masyarakat," ujar Jerry Tomasoa, pengusaha dan Ketua Partai PIKA DKI.

Jerry juga menjelaskan, warga Jakarta ingin tokoh yang  bebas dari kepentingan pribadi dan kelompoknya, tidak korupsi (menyalahgunakan APBD), dan transparan dalam program kerja dan anggaran, di mana semuanya itu diperlihatkan/dibuktikan oleh sang calon bukan melalui ucapan.

"Warga Jakarta sudah cerdas," ujar Jerry. Maksudnya, warga DKI tidak mudah termakan oleh janji-janji, isu sara, dan politik uang, serta kritis mencermati berbagai macam isu. Warga yang cerdas itu ada di semua kalangan masyarakat, mulai dari akar rumput (grass root) sampai dengan kalangan menengah ke atas.

"Intinya, warga DKI Jakarta sudah bosan dengan yang namanya janji-janji seorang calon," papar Jerry sembari mengingatkan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak gelombang kedua pada 15 Februari 2017. "Perlu kita ingat, Pilkada tidak hanya Jakarta loh, tapi diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota," jelasnya.

Jerry mengingatkan, daerah yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Mengenai Partai Indonesia Kerja (PIKA) yang telah dideklarasikan pada 1 Juni 2016, Jerry menyebut partai ini dibentuk oleh kalangan profesional dan orang-orang yang menjadi Golongan Putih (golput) untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kami tadinya, bagian masyarakat yang tidak menyukai politik sejak lama namun melihat tidak sehatnya partai di Indonesia yang seharusnya milik masyarakat justru menjadi lembaga privat milik perseorangan, keluarga atau kelompok elit," para Jerry.

Jerry mengaku, banyak anggota PIKA selama pemilihan legislatif dari 2004 sampai 2014 mereka golput, tapi mulai terbuka matanya ketika pilpres itu ada figur bernama Jokowi. Meski partai ini diakuinya untuk mendukung pemerintahan Jokowi, namun Jerry menolak jika dikaitkan dengan relawan Jokowi.

"Keberadaan partai PIKA menyasar untuk masyarakat yang menghendaki bangsa Indonesia untuk kembali menghormati Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai falsafah hidup," ujarnya panjang lebar.


Artikel Terkait


Comments

Eksekutif Terbaru

Majalah Eksekutif Terbaru
 

Baca juga: